DEMI MENGUBATI SAKIT ANAK LELAKINYA, AYAH INI SANGGUP MENJUAL ANAK PEREMPUANNYA 6 TAHUN SEHINGGA 12,000! SIAPA SANGKA 20 TAHUN KEMUDIAN, PUTRINYA KEMBALI MELAKUKAN HAL YANG BUAT SI AYAH MENYESAL!

Loading...

Paman Razak, adalah orang desa yang terlalu menjunjung tinggi martabat anak lelaki dibanding perempuan. Namun sayang, anak pertama Paman Razak adalah perempuan.

Awalnya, dia mau berikan anak perempuannya ke orang lain, tapi istrinya, merengek untuk tidak berikan kepada orang lain kerana, itu anak mereka satu – satunya, bahkan mengancam untuk bunuh diri kalau sampai anaknya diberikan ke orang lain.

Sampai pada anak ke-2, dia dianugerahi oleh seorang anak laki – laki. Hal ini yang bikin dia senangnya bukan main, setiap hari gendong dia, manjain dia, maen kuda – kudaan sama dia, pokoknya manjain dia banget deh!

Akan tetapi, ketika anak lelakinya berumur 3 tahun, anak lelakinya demam tinggi dan tak ditemukan doktor yang tepat untuk sakitnya.

Paman Razak yang panik pun pergi ke kota untuk mencari doktor ahli. Doktor kota tersebut berkata, perlu biaya yang sangat mahal untuk pengubatan anak lelakinya dan satu – satunya ide Paman Razak adalah, menjual anak perempuannya ke saudagar kaya!

Dia menjual anak perempuannya dengan jumlah 120,000.

Istrinya tak mampu berkata – kata, tak mampu berargumen, karna kedua anaknya itu juga anak kesayangannya, dia tidak mau ada yang dijual, tapi karna keadaan ekonomi keluarganya yang mata pencaharian sebagai seorang petani, membuat dirinya pasrah.

Sekejap mata 30 tahun sudah dilewati oleh keluarga ini. Anak Lelaki Paman Razak juga sudah berumur 30-an.

Tidak seperti orang dewasa lainnya, karna anak lelakinya terlalu dimanja membuat dirinya hidup hanya bermalas – malasan, tidak menikah karna tidak ada wanita yang mau pacaran sama dia.

Setiap hari anak lelakinya hanya main dengan berandalan – berandalan nakal dan kalau uangnya habis dia pasti akan minta ke Paman Razak.

Paman Razak sendiri sudah berumur 60-an tahun, dimana usianya yang sudah lanjut harus bekerja keras di konstruksi pembangunan demi membiayai anaknya yang hedon tersebut!

Kalau sampai Paman Razak tidak memberikan uang, anak lelakinya tak akan segan – segan untuk memarahinya, bahkan memukul dia!

Pada satu senja, saat keluarga Wang ini sedang makan siang dan bersiap – siap ke proyek, datang sebuah kereta mewah dan turunlah sebuah wanita cantik dengan rambut panjang semampai.

Wanita ini terus tanpa sungkan masuk ke rumah Paman Razak dan menarik tangan istrinya,”Ma, bagaimana keadaanmu beberapa tahun ini? Aku datang buat jemput kamu ma!”

Ternyata, wanita itu adalah anak anak perempuan mereka yang dijual oleh Paman Razak! Nek Mah terus berlinang air mata, tersentuh dengan anak perempuannya yang masih ingat dengan dirinya. Namun dirinya merasa bersalah,”Nak, kamu tidak benci dengan mama nak? Mama sudah jual kamu nak…”

Putrinya berkata,”Ma, kamu ngomong apa? Yang mau jual aku itu papa, bukan kamu. Kamu kan tak mau jual aku ma, jadi sekarang aku juga sudah jadi bos, aku sepi sendirian, jadi aku mau jemput mama agar mama mampu pensiun sekarang”

Paman Razak bergembira! Dia terus saja menyahut,”OKE! Kamu tunggu sebentar ya, aku akan beres – beres dulu dan kita terus pergi ya!”

Putrinya tanpa menunggu terus membalas,”Kamu ngomong apa? Aku datang buat jemput mama, tak ada niat buat jemput kamu. Kamu hidup saja dengan ‘Anak Lelaki Tercintamu’ ya!”

Paman Razak terkejut, dia tersentak menyesal akan semua kelakuannya selama ini, malah anak lelakinya sedang dijerat oleh hutang yang cukup besar!

Putrinya pun membawa mamanya pergi, meninggalkan masa lalu yang kelam tersebut dan mereka hidup bahagia di kota bersama suami anak perempuannya juga.

Kisah ini mengajarkan kita satu nasehat, jika kita memiliki anak nanti, mau dia laki atau perempuan, mereka tetap anak kita! Anak yang akan tumbuh besar yang kemudian akan berbakti kepada kita jika kita juga memperlakukan mereka dengan baik.

Memiliki anak adalah anugerah dan berkah, namun melihat anak tumbuh dewasa menjadi orang yang berguna adalah satu kebahagiaan yang tak tertandingi.

Sumber : kkfunny via Lubukweb.club

Wanita ini Sakit, Namun Anak dan Menantunya Telah Pergi Bulan Madu. Setelah Dia Sembuh, Akhirnya Dia pun Memilih Melakukan Hal Ini Kepada Anaknya!

Orang tua biasanya akan memberikan warisan kepada anak-anak yang lebih berbakti kepada mereka.

Nah, namun kerana ada beberapa keluarga yang lebih meninggikan laki-laki daripada perempuan, maka se-berbakti gimana pun, anak perempuan tidak mendapatkan warisan apapun.

Hasmah adalah seorang orangtua yang memiliki dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Yang kakak adalah yang perempuan, bernama Erna.

Hasmah termasuk orang yang menikah muda sekitar usia 20 awal, sehingga ketika ia melahirkan, usianya juga masih terbilang cukup muda.

Suami Hasmah sudah meninggalkannya ketika anak-anaknya masih remaja. Rumah mereka sekarang, rencananya akan diberikan kepada anak laki-lakinya, Razak ketika ia menikah kelak.

Bertahun-tahun berlalu, tanpa terasa anak laki-lakinya itu sudah menemukan tambatan hatinya dan memutuskan untuk menikah.

Namun, kerana Hasmah juga ikut repot dan kelelahan ketika mengurus pernikahan Razak, Hasmah pun tiba-tiba terkena serangan jantung dan harus dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.

Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, akhirnya dokter memperbolehkan Hasmah untuk pulang ke rumah. Awalnya Hasmah mengira bahwa Razak dan istrinya akan menunda bulan madu mereka, demi menjaga dirinya.

Namun, siapa sangka Razak dan istrinya tetap memilih pergi bulan madu, bahkan hingga ijin kerja selama1 bulan lamanya. Padahal, Hasmah sudah menyuruhnya untuk menundanya, namun mereka berdua tidak peduli.

Bahkan ketika mereka pergi berbulan madu, Razak dan istrinya jarang sekali menelpon untuk menanyakan kabar Hasmah.

Meski Hasmah tidak terkena penyakit yang serius, namun Hasmah merasa bahwa Razak dan istrinya tidak benar, ibu lagi sakit, tapi mereka malah pergi liburan dan tidak peduli kesehatan ibunya.

Akhirnya, Hasmah pun menelpon Erna dan menceritakan segalanya, dan Erna lah yang akhirnya menjaganya selama sebulan. Erna sudah berkeluarga dan memiliki anak, kerana ibunya sakit, ia pun tinggal di rumah ibunya selama sebulan.

Setiap hari ia harus bolak balik mengantarkan anaknya sekolah dan kembali ke rumah untuk menjaga ibunya. Bahkan terkadang, ia harus minta cuti untuk bisa menemani ibunya.

Sebulan berlalu, kondisi Hasmah sudah membaik, namun ketika Razak pulang dari bulan madu, nama pemilik rumah sudah berganti nama menjadi nama kakaknya, Erna. Razak pun menggerutu dan menanyakan hal tersebut kepada Hasmah, ibunya.

“Katanya rumah buat aku, tapi kok sekarang jadi buat kakak”, kata Razak.

Bahkan istri Razak juga mengomel mengenai hal ini, mengatakan bahwa Erna pasti telah menghasut dan menipu Hasmah untuk mengganti nama pemilik rumah ketika Hasmah sedang sakit.

Hasmah pun dengan tegas memberikan penjelasan kepada Razak dan istrinya. Hasmah merasa meski Razak adalah anak laki-lakinya, namun Erna adalah orang yang lebih tepat mendapatkan rumahnya. Ya, tentu saja hal ini kerana Erna memang lebih berbakti dan peduli dengan kondisi ibunya.

Bagaimana menurut pendapat kalian mengenai hal ini?

Sumber: BH via Lubukweb.club

Loading...