Diazab Allah: 120 Pasukan Israel Terjangkit Penyakit Aneh, Kulit Melepuh, dan Sering Teriak Kepanasan

Tentera Israel dilaporkan mengevakuasi 120 pasukannya yang terlibat dalam penyerangan jamaah di Mesjid Al-Aqsa karena diserang penyakit aneh.

Menurut laporan PIC, 120 tentara Israel yang dievakuasi ke rumah sakit terserang penyakit kulit. Para tentara yang terserang penyakit ini mengalami infeksi kulit, pembengkakan, gatal-gatal dan sakit di bagian-bagian berbeda dari tubuh. Bahkan kulit mereka mulai kelihatan gosong.

Militer telah melakukan investigasi dalam peristiwa ini dan memutuskan mengisolasi pangkalan militer tersebut khawatir penyakit ini menyebar, juga untuk mencegah serdadu keluar dari pangkalan.

Media Israel menambahkan, para spesialis dan pakar didatangkan untuk membahas dan menyelidiki peristiwa ini sebagai upaya untuk mengisolasi penyakit dan menghentikan penyebarannya.

Mereka mengirim sampel darah para tentara yang terjangkit ke laboratorium medis untuk menentukan identitas penyakit dan sumbernya.

Pasukan yang terjangkit penyakit aneh tersebut juga dilaporkan mengalami depresi berat. Bahkan sering mengigau dan menjerit kepanasan saat tidur sambil memukul kepala mereka. Paramedis yang menangani mereka menolak memberikan tanggapan.

Kabar terbaru, ratusan warga muslim Palestina menggelar ibadah salat Jumat di luar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Polisi hanya mengizinkan pria berusia di atas 50 tahun memasuki kompleks masjid. Ketatnya pengamanan di tempat suci Yerusalem oleh pihak keamanan Israel menyusul insiden penyerangan polisi Israel pekan lalu.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Sabtu (22/7/2017), bentrokan pecah setelah polisi Israel menembaki warga muslim Palestina usai melaksanakan ibadah salat Jumat.

Bentrokan dari Yerusalem Timur meluas hingga pos pemeriksaan Qalandiya antara Ramallah dan Yerusalem serta di pintu masuk Bethlehem.

Sumber: mediamuslim.org
Masjid Al-Aqsa Ditutup, Yordania Peringatkan Israel: “Buka kembali, atau negara anda hilang dari peta dunia.”
 

Yordania memberi peringatan keras kepada Israel agar “segera membuka kembali” kompleks masjid Al Aqsa yang ditutup oleh pasukan keamanan mereka. Hal ini dilakukan militer Israel setelah orang-orang bersenjata menewaskan dua polisi mereka di Kota Suci.
Yordania merupakan wali kompleks di Yerusalem timur. Wilayah itu dicaplok oleh Israel. Yordania, berulang kali telah mengecam pelanggaran peraturan di tempat tersuci ketiga bagi umat Islam itu.

“Israel harus membuka kembali masjid Al Aqsa dan kompleks Haram al Sharif

segera,” kata juru bicara pemerintah Yordania, Mohamed Momani, yang juga menjabat sebagai menteri informasi.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Petra, ia menambahkan bahwa Israel harus “menahan diri untuk tidak mengambil langkah apa pun yang ditujukan untuk mengubah” status quo Yerusalem atau kompleks Masjid Al Aqsa.

Dalam sebuah langkah yang tidak biasa, pasukan keamanan Israel menutup lokasi tersebut setelah tiga orang Arab Israel melepaskan tembakan ke arah polisi di Yerusalem yang menewaskan dua petugas.

Para pelakunya lari, dan kemudian ditembak hingga tewas di tempat yang disebut Haram al Sharif — yang mencakup masjid Al Aqsa dan Masjid Kubah Batu– oleh orang Islam atau Temple Mount bagi orang Yahudi.

“Yordania menolak serangan apa pun terhadap hak-hak orang Muslim. Bila Israel tetap melanggar, kami tak yakin apakah negara mereka bisa bertahan di peta dunia” kata Momani sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Penutupan masjid itu membuat umat Islam harus beribadah di luar kompleks. (fa/rakyatsejagad)

Loading...